Showing posts with label CERPEN KIMIA. Show all posts
Showing posts with label CERPEN KIMIA. Show all posts

Wednesday, 10 August 2011

Karbon Si Tangan Empat


Ditulis oleh Halimah Pakot pada 31 Januari 2010

 “Malam sunyi kuimpikanmu

kulukiskan kita bersama

Namun selalu aku bertanya

adakah aku dimimpimu…..

Dihatiku terukir namamu

cinta rindu beradu satu

Namun selalu aku bertanya

adakah aku dihatimu…?

Malam makin larut, suara lagu simfoni hitam sherina masih menggema. Tapi mataku sedikitpun tidak bisa kupejamkan. Aku rindu khlor, kenapa….harus seperti ini, kenapa aku tak berani mengatakan cinta padanya, dan kenapa khlor tak pernah tertarik padaku, padahal unsur-unsur lain banyak yang ngantri  ingin berhubungan (berikatan) denganku. Hmm…….Khlor sampai kapan aku harus menanti ini semua, aku cape berharap terus padamu tanpa henti, sampai kapan cinta ini kan terbalas, aku hanya bisa

Aku dan Rival-Ku (Kisah Si Asam dan Si Basa)



Ditulis oleh Halimah Pakot pada 26 April 2009

Salam kenal kawan….!!

Hari ini aku akan menceritakan tentang aku dan rivalku. Semoga engkau tak bosan untuk mendengarnya. baiklah aku akan awali ceritaku dengan namaku. Namaku cuma empat huruf kawan, cuma empat huruf! Ingat-ingat itu kawan..!! namaku itu adalah A.S.A.M ……ya benar asam!

Kau tahu layaknya manusia aku juga banyak memiliki sifat-sifat jelek, yang sangat tidak disukai orang lain. Apa kau mau tahu ? sesuai nama yang kusandang, dalam tubuhku mengalir rasa asam, kalau asam yang kukandung sangat kuat maka aku bisa membuat korosif pada logam-logam. Karena sifatku itu para manusia laboratorium menciptakan alat pendetek keberadaanku yang istilah kerennya mereka sebut indikator dan sampai sekarang aku belum menemukan senjata yang ampuh untuk mengalahkan alat pendetek manusia lab itu. Selalu saja ketahuan. Ah….sungguh terlalu !!

Arsen Si Pembunuh Bayaran


Ditulis oleh Halimah Pakot pada 21 Juni 2009

Siang ini aku duduk didepan rumahku di gang 4 blok VA nomor 33 di kampung kami sistem periodik unsur (SPU) , aku berusaha mengingat kembali tentang semuanya, tentang tawaran manusia untuk melakukan hal yang menurutku itu sangat menjijikan untuk aku ulangi lagi, yaitu pekerjaan membunuh. Sudah lama aku jadi pembunuh bayaran, dan sebenarnya aku ingin berhenti dari pekerjaaan menjijikan ini, tapi lagi-lagi aku tak bisa. Manusia-manusia itu lebih mempercayaiku daripada teman-temanku seperti halnya sianida atau yang lainnya. Karena katanya pekerjaanku sangat rapi, dengan menyusup lewat makanan racunku menyerang sistem pencernaan manusia yang akan kubunuh sehingga dia mati seolah-olah seperti karena shok.